Bismillah..

Sudah siap ya Sahabat? Jangan lupa baca Bismillah dulu sebelum memulai.

Nah, ini bahan dan alat yang perlu Sahabat persiapkan terlebih dahulu:

🥣 BAHAN:
Siapkan adonan kue yang siap panggang. Adonan kue ini dapat menggunakan resep apa saja.

Jadi, siapkan terlebih dahulu RESEP KUE ANDALAN Sahabat ya. Bisa berupa bolu 🍰, apakah bolu pandan, bolu marmer, bolu coklat, bolu keju, atau lainnya, bahkan bisa juga brownies 🍫.
Kalau tidak ada adonan kuenya, apa yang kita panggang? #Senyum.

❓❓Belum punya resep andalan? Atau bingung cari resep yang tanpa mixer (karena rata-rata resep kue menggunakan mixer)?
Mau dapat resep dari Solusimuslimah.com, yang simpel, anti ribet, dan tidak perlu mixer, cukup diaduk-aduk saja?

📲 Komen atau japri Bumin aja yuk!

✅ InsyaAllah jika ada Sahabat yang membutuhkannya, selanjutnya akan Bumin (Bu Admin) share juga ya Sahabat. ^^

🧯ALAT:
1⃣ Kompor Gas (tidak mesti 2 tungku, 1 tungku juga bisa, hanya saja perlu tambahan 1 tatakan kompor atau seng untuk kompor gas)
2⃣ Gas
3⃣ Wajan (kuali) atau Panci
4⃣ 2 tatakan kompor
5⃣ Tutup wajan atau panci (tidak mesti kaca, yang penting bisa untuk menutup)
6⃣ Loyang kue, jika tidak ada bisa menggunakan wadah stainless yang disesuikan dengan banyak adonan (tapi lebih rekomendasi loyang kue)

Masih ada yang ragu dengan alat-alatnya? Yuk lihat gambar di bawah ini! Kalau kompor dan gas tentunya sudah tahu ya Sahabat?

 

 

Nah, gimana Sahabat, sudah lengkap alat dan bahannya?

Kalau sudah, yuk lanjut ke bagian prosedurnya. Nah ini yang sering bikin kita keringat dingin ya, apakah berhasil atau mesti mencoba lagi. #Senyum.

Jika semua alat dan bahan sudah siap, yuk kita mulai prosesnya. Bismillah..

Nah, ini dia prosedurnya berdasarkan percobaan sendiri dari Bumin Solusi Muslimah.

Jadi, ada 2 Opsi Cara yang bisa Sahabat pilih. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Silahkan dipilih dengan pertimbangan Sahabat masing-masing. Atau mau coba keduanya? Silahkan saja ya Sahabat.

Memang apa keduanya?

Yuk, langsung saja kita simak:

▶️ OPSI 1⃣
Hasil = Kue matang, tapi bagian bawah, pinggir, dan atas kadang kurang kering. Bisa dikatakan hasilnya agak mirip dengan kue yang dikukus, tapi tidak sebasah yang dikukus.
Minus = Segi rasa InsyaAllah tetap enak, sesuai dengan resep dan cara mengolah kue sebelum dipanggang. Hanya saja kurang crunchy jika dimakan.
Plus = Kue insyaAllah selamat dari konsekuensi gosong, begitupula wajan atau panci insyaAllah lebih aman dari konsekuensi bolong, dan pemakaian gas juga lebih hemat.

Sahabat yakin mau memilih Opsi 1?

Yuk, kita simak prosedur dari Opsi 1 ini:

1. Susun tatakan kompor menjadi 2 tingkat.
Jadi, kalau kompornya 2 tungku, ambil 1 tatakan di sebelahnya dan susun jd 2 tingkat.
Namun, jika yang ada hanya kompor 1 tungku, Sahabat perlu mencari alternatif lain misalnya seng utk menghindari panas api langsung ke wajan atau panci.

2. Hidupkan kompor dengan api sangat kecil.

3. Taruh wajan/panci di atas tatakan kompor dengan disertai tutup. Tidak mesti tutup kaca, tutup apapun bisa, yang penting bisa untuk menutup loyang kue nantinya dengan rapat.

4. Panaskan wajan/panci selama 20-30 menit atau ketika dirasa sudah panas.

Agar tidak terlalu lama menunggu, sebaiknya kompor mulai dipanaskan sejak awal memulai membuat kue.

Jika Sahabat membutuhkan waktu lebih lama untuk membuatnya, sebaiknya kompor mulai dipanaskan ketika perkiraan 30 menit sebelum dipanggang.

5. Ketika wajan atau panci sudah benar-benar panas, masukkan adonan kue yang sudah dituangkan dalam loyang.

Pastikan loyang kue suda diberi mentega atau margarin agar tidak lengket (pastikan tidak terlalu sedikit, tapi juga tidak terlalu kebanyakan).

6. Ubah api kompor yang tadinya sangat kecil menjadi 1 tingkat lebih besar, tapi masih dalam taraf api kecil.

Jadi kalau api sangat kecil, ketika dikecilkan lagi apinya jadi mati. Nah kalau yang ini, ketika apinya dikecilkan tidak mati. Kira-kira seperti itu ya Sahabat. Karena kalau menggunakan api sangat kecil, bisa memakan waktu sangat banyak untuk matang.

7. Jangan lupa menutup kembali wajan/pancinya dan biarkan dipanggang hingga 50-65 menit.

8. Di menit ke 50, buka wajan/panci lalu lakukan tes tusuk dengan lidi.
Jika masih ada adonan lengket di lidi, tutup kembali wajan/pancinya dan tes tusuk lagi 5 menit kemudian. Jika belum juga, tunggu lagi hingga menit ke-65.

9. Ketika sudah tidak ada lagi adonan kue yang lengket saat tes tusuk, matikan kompor dan angkat loyang kue dari wajan/panci dengan lap atau sapu tangan.

10. Biarkan adonan kue hingga hangat (sudah bisa disentuh oleh tangan) baru dikeluarkan dari loyang kue.
Jika menunggu agak dingin, juga tidak apa-apa asalkan jangan saat masih panas dikeluarkan dari loyang kue, karena bisa mengakibatkan kue menjadi hancur ketika dikeluarkan.

Begitupula untuk memotong kue, lakukan ketika adonan sudah agak dingin. Jangan ketika masih panas dipotong, karena berisiko kue menjadi hancur.

11. Kue Sahabat siap untuk dinikmati. Bagaimana hasilnya? Share yuk!

Kira-kira seperti itu ya Sahabat hasil dari Opsi 1. Bagaimana dengan Sahabat? Yuk share hasilnya ke Bumin.^^

Yuk lanjut ke Opsi 2:

▶️ OPSI 2⃣
Hasil = Kue matang, bagian bawah dan pinggir kering, bahkan yang bagian atas nyaris sekering memanggang di oven. Untuk brownies, bagian atas belum bisa shiny seperti oven, tapi cukup crunchy ketika digigit. Bisa dikatakan hasilnya sudah hampir mirip dengan kue dipanggang dengan oven.
Minus = Kue berisiko gosong dan untuk wajan atau panci, bisa berisiko bolong terutama jika bahannya terlalu tipis, sedangkan apinya cukup besar. Pemakaian gas juga lebih banyak dari opsi 1.
Plus = Dari segi rasa dan tekstur lebih mirip dengan oven. Bahkan hampir sama persis, biidznillah.

Sahabat yakin mau memilih Opsi 2?

Yuk, kita simak prosedur dari Opsi 2 ini. Sebagian prosedur hampir sana dengan opsi 1, tapi ada bedanya:

1. Susun tatakan kompor menjadi 2 tingkat.
Jadi, kalau kompornya 2 tungku, ambil 1 tatakan di sebelahnya dan susun jd 2 tingkat.
Namun, jika yang ada hanya kompor 1 tungku, Sahabat perlu mencari alternatif lain misalnya seng utk menghindari panas api langsung ke wajan atau panci.

2. Hidupkan kompor dengan api sangat kecil.

3. Taruh wajan/panci di atas tatakan kompor dengan disertai tutup. Tidak mesti tutup kaca, tutup apapun bisa, yang penting bisa untuk menutup loyang kue nantinya dengan rapat.

4. Panaskan wajan/panci selama 20-30 menit atau ketika dirasa sudah panas.

Agar tidak terlalu lama menunggu, sebaiknya kompor mulai dipanaskan sejak awal memulai membuat kue.

Jika Sahabat membutuhkan waktu lebih lama untuk membuatnya, sebaiknya kompor mulai dipanaskan ketika perkiraan 30 menit sebelum dipanggang.

5. Ketika wajan atau panci sudah benar-benar panas, masukkan adonan kue yang sudah dituangkan dalam loyang.

Pastikan loyang kue suda diberi mentega atau margarin agar tidak lengket (pastikan tidak terlalu sedikit, tapi juga tidak terlalu kebanyakan).

6. Ubah api kompor yang tadinya sangat kecil menjadi api besar. Jadi, pemantik api kompornya itu berada dalam posisi di tengah.

7. Jangan lupa menutup kembali wajan/pancinya dan biarkan dipanggang dengan api besar 5-8 menit.

Namun, jika Sahabat hanya menggunakan resep dengan 2 telur atau setengah resep dari resep 4 telur, besarkan api hanya 3-5 menit saja. Untuk brownies, maksimal 5 menit.

8. Di menit ke 5-8, kecilkan api menjadi api kecil, tapi bukan yang paling kecil seperti halnya pada Opsi 1 dan biarkan dipanggang selama 50-65 menit.

9. Di menit ke 50, buka wajan/panci lalu lakukan tes tusuk dengan lidi.

Jika masih ada adonan lengket di lidi, tutup kembali wajan/pancinya dan tes tusuk lagi 5 menit kemudian. Jika belum juga, tunggu lagi hingga menit ke-65.

10. Ketika sudah tidak ada lagi adonan kue yang lengket saat tes tusuk, matikan kompor dan angkat loyang kue dari wajan/panci dengan lap atau sapu tangan.

11. Biarkan adonan kue hingga hangat (sudah bisa disentuh oleh tangan) baru dikeluarkan dari loyang kue.
Jika menunggu agak dingin, juga tidak apa-apa asalkan jangan saat masih panas dikeluarkan dari loyang kue, karena bisa mengakibatkan kue menjadi hancur ketika dikeluarkan.

Begitupula untuk memotong kue, lakukan ketika adonan sudah agak dingin. Jangan ketika masih panas dipotong, karena berisiko kue menjadi hancur.

12. Kue Sahabat siap untuk dinikmati. Bagaimana hasilnya? Share yuk!

Kira-kira seperti itu hasilnya ya Sahabat. Lumayan mirip kan dengan oven? Nah, bagaimana dengan Sahabat!

Yuk dicoba juga dan jangan lupa share hasilnya ke Bumin Solusi Muslimah ya Sahabat!^^

Masih takut gagal? Yuk baca yang ini dulu sebelum Sahabat mencobanya https://solusimuslimah.com/tips-dan-trik-anti-gagal-memanggang-kue-tanpa-oven-tanpa-baking-pan-hanya-dengan-wajan-kuali-atau-panci/#more-2039

Bagikan...
Share on Facebook
Facebook